Selamat Memilih Jakarta

Setahun terakhir kehidupan dunia maya  warga negara Indonesia umumnya dan penduduk Jakarta khususnya, ramai dengan calon pemimpin Jakarta 2017-2022. Kehidupan nyata tidak jauh berbeda, sama ramainya dengan kehidupan maya (iya, kehidupan sekarang ada di 2 dunia, dunia maya dan dunia nyata). Di kehidupan nyata kita bisa berinteraksi dengan siapa saja tetapi kita akan diskusi dengan orang yang kita kenal

Bedanya di dunia maya yang tidak saling kenal bisa saling melontarkan pendapat, sepakat untuk hal yang sama, menghujat hingga membenci, padahal kenal aja engga. Di kehidupan nyata

Siapapun yang dipilih urusan masing-masing, ga usah nyinyir, ga guna.
Siapapun yang menang dan terpilih, diterima, didukung dan diawasi demi Jakarta yang lebih baik bukan benci hujat membabi buta.
Siapapun yang dipilih yang menang yang kalah, udah jangan kelahi, unfriend di sosmed apalagi musuhan di kehidupan nyata, ga cerdas.
Katanya udah dewasa, cerdas, stabil, ga alay, tapi beda dikit aja marah, memaki, ngancem, provokasi, musuhan, kelahi.
Kalo mau kelahi, kelahi tepat sasaran, kelahi dengan logika dan cerdas bukan ikut-ikutan meramaikan suasana mendulang keuntungan pribadi.
Oya, kalo ada waktu boleh lho liat-liat lagi timeline Sosmednya, berapa banyak yang diunfriend karena ga asik, berapa banyak yang dihujat karena tidak sepaham, berapa banyak yang dicacimaki karena beda, berapa banyak kita terprovokasi dan memprovokasi.

Anggaplah refleksi pola nalar dan emosi setahun terakhir. 

Syukur-syukur mau temenan lagi, bersih-bersih status. 

Ya kalopun engga, toh tahun depan akan ada reminder di FB lalu ketawa sendiri liat kelakuan masa itu
Karena itu damai aja ya, capek liat orang kelahi terus padahal bukan KTP jakarta, ga numpang tinggal cari rejeki di Jakarta, sok tau apa yang terjadi Jakarta, halu soal Jakarta. Nonton yang kelahi aja capek apalagi yang kelahi benaran, emosi tenaga waktu tercurahkan untuk kelahi ninggalin kerjaan dan urusan yang lebih penting demi junjungan.
Simpan tenaganya, kelahinya nanti aja menjelang 2019 di mana semua statusnya sama, sama-sama berpaspor hijau, 
Ya Kalo sekiranya darah muda bergejolak pengen kelahi ya kelahi yang waras dan cerdas donk tapi sebaiknya ga usah kelahi deh, terima, move on dan urus hal-hal yg lebih penting seperti usaha sampingan, cari pacar, sekolah lagi, apapun itu untuk kemajuan dan perkembangan diri yang lebih baik.
Jadi damai aja ya!
Tertanda

Saya yang KTP daerah yang numpang cari rejeki di Jakarta, kecipratan menikmati perubahan Jakarta yang ga unfriend siapapun selama pilkada DKI, yang ketawa aja baca status emosional pendukung paslon.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s