Soal Kehilangan

Selain menunggu hal yang paling ngga enak adalah Kehilangan. Kehilangan ada banyak bentuknya, bisa kehilangan secara fisik atau materil seperti PHK maupun non materil yang menyesakkan dada seperti perpisahan bahkan kematian.

Saya yakin tidak ada orang di dunia ini yang menginginkan kehilangan dalam bentuk apapun terjadi dalam hidup mereka, tidak ada. Harus diakui bahwa hal ini cepat lambat dan pasti akan terjadi kepada siapa saja di muka bumi ini tanpa melihat kesiapan yang bersangkutan. Karena itulah hidup.

Mengalami kehilangan satu hal saja dalam hidup rasanya menyesakkan, menggangu pikiran, emosi hingga kejiwaan. Senyum bisa berubah menjadi tangis, tangis berubah menjadi amarah, amarah berubah menjadi tawa atau apapun yang diinginkannya, tidak ada aturan jelas.

Ngomong-ngomong soal kehilangan, ijinkan saya membuka sedikit kehilangan saya yang mungkin ga ada apa-apanya dibanding kehilangan orang lain. Kehilangan yang saya simpan rapat, saya lalui, saya hadapi, saya (mungkin) menangkan, sendirian berdarah-darah jungkir balik. Mungkin juga ini efek saya sagitarius yang menyembunyikan banyak hal di balik senyum, tawa, cuek, kelakuan dan ketololan saya.

 

Cover it with Fondation, BB cream or mask (pic: pinterest)

 

2010 adalah kehilangan terbesar, terdalam dan terparah dalam hidup saya. Di tahun yang sama dalam kurun 6 bulan saya berhadap dengan 5 kehilangan. Kehilangan cinta, kematian, pekerjaan, promosi dan kehidupan. 3 dari 5 kehilangan itu berbentuk perpisahan yang menguras energi, menguras hati, menguras jiwa, tapi tak mampu menguras air mata karena sudah di tahap tak mampu menangis. Ketika itu dunia saya runtuh dan saya sendirian, sendirian menghadapinya. Meskipun secara fisik orang-orang ada di sekitar saya tapi itulah saya, saya tidak mampu mengungkapkan perasaan saya sampai air mata saya diganti dengan tawa dan senyum, miris! Saya sendirian, berdarah-darah, berhadapan dengan kehilangan dan efek sampingnya. Bahkan setelah hampir 6 tahun berlalu pun saya tidak mau untuk menceritakan detailnya  di sini maupun dengan orang lain.

Ketika itu tidak gampang untuk menghadapi kehilangan beruntun ini. Seperti runtuhan rumah yang berbagi dinding, semua aspek kehidupan saya saling timpah menimpah. Yang mana satu yang harus diberesin, ujung kiri atau ujung kanan? Depan atau belakang? Atau tengah?  Yang ada saya mencampur adukkan semuanya, seperti gado-gado atau capcay. Ratakan semua dan bangun dari awal.

Dalam kebingungan saya, saya menemukan pemahaman saya, kekuatan saya dan perjalanan batin yang mengubah hidup saya. Saya yang berdarah-darah mulai membalut luka saya sendiri, perlahan luka saya sembuh, saya latihan jalan sampai saya bisa berlari, berlari kencang mengejar ketinggalan saya.

Jangan Mau Kalah, bertahan! (pic: pinterest)

Andai saja saya mampu menghindari kehilangan beruntun ini, saya akan meminta kepada Sang Maha Pemberi untuk menundanya sementara waktu. Tapi Sang Maha Pemberi, bermaksud memberikan hal lain dalam hidup saya. Saya diberikan kekuatan baru, cara pandang baru, hati baru, iman baru, harapan baru untuk melihat kehidupan dan dunia dengan cara berbeda. Saya dipaksa keluar dari zona aman saya tepatnya.

Kehilangan saya tidak berakhir sampai di situ, 2013 tepat di hari ulang tahun saya, saya dipaksa keluar lagi dari zona nyaman sama oleh sang Maha Pengatur dengan cara kehilangan pekerjaan saya, kehilangan sedikit kehidupan saya, berpisah dengan mereka yang biasa berbagi tawa dan pembicaraan apapun. Tepat di hari ulang tahun saya, saya mendengar kabar Desember adalah bulan terakhir di 2013 juga terakhir saya di kantor. Saya hanya menghitung hari tanpa sempat menangis tanpa sempat ngedumel tanpa galau, hanya tertawa dan senyum. Miris!


Saya memahami saya diijinkan ditinggal dan kehilangan lagi semata-mata untuk kebaikan saya, untuk perkembangan jiwa saya, kekuatan hati dan mental saya dan karena yang MAHA MENGATUR tahu saya MAMPU MELEWATINYA dan saya tahu yang MAHA MEMBERI MEMEGANG TANGAN SAYA, MENJAGA LANGKAH SAYA DAN MENUNTUN KEHIDUPAN SAYA menjadi KEBAIKAN bukan hanya buat saya tapi buat orang-orang sekitar saya.
Kehilangan saya menang tidak ada apa-apanya ini dibandingkan dengan kehilangan pacar, kehilangan pasangan, kehilangan dompet, kehilangan uang atau kehilangan apapun di muka bumi ini. Tapi ijinkan saya yang tak seberapa ini berkata “Jika saya yang terlindas berkali-kali, beruntun masih sanggup tersenyum, tertawa, bertahan, berdiri bahkan berlari melewati semua fase berdarah dalam hidup, saya rasa siapapun akan mampu menyelesaikan dan melewatinya dengan baik. Tidak akan mudah tapi bisa dilakukan”

Pertanyaannya adalah : mau atau tidak untuk melewati semuanya dan melihat pelangi sehabis hujan dalam hidup.

Semangka Teman-Teman (pic: pinterest)

 

Karena itu Jangan dilawan, lemesin dan diikhlasin aja, semuanya akan baik-baik saja.

Salam Campur aduk

Aling

Advertisements

2 thoughts on “Soal Kehilangan

  1. Syifna says:

    sama kehilangan terbesar ku 2010, sebelum memasuki thn 2010, perpisahan kecil dan lainnya sudah datang di 2009 lanjuut lagi ke 2010. kecil ke besar berentetan.. Jatuh, bangun, bangkit, jatuh lagi, bangun dan bangkit lagi begitu terus. Dan apa yang terjadi semua lemesin aja, ikhlasin, semuanya akan baik2 saja. cici benar 🙂
    bedewei, kita sama loh Sagitarius 🙂

    • nonaling says:

      Yang paling penting bukan jatuhnya tapi bangunnya dan perjalanan batin yang dilalui, menurut gw lho ya 😊😊😊

      Wow…sesama sagitarius ya ternyataaa *tos dulu ahk*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s