Soal Pilihan

Menjadi lajang di usia matang jaman dulu sebelum internet ada, sebelum pria-wanita sama sama bekerja, sebelum kehidupan lebih kompleks adalah hal yang memalukan cenderung aib yang dicibirkan lengkap dengan stigma macam-macam. Mulai dari stigma kasihan sampe keji.

Itu dulu.

Sekarang, di jaman informasi berputar dengan cepat, pria-wanita bekerja, waktu yang berjalan cepat, jarak yang memisahkan, teknologi yang memudahkan sekaligus mengikis arti kehadiran secara fisik, macet, stres dan kompleksitas kehidupan lainnya, menjadi lajang bukanlah hal yang memalukan bagi kebanyakan warga ibukota, meskipun tiap kali ketemu teman kenalan saudara tidak jarang ucapan sampah berselubung kepedulian palsu muncul, “pacar mana?” “Kapan kawin?” “Ga usah milih-milih nanti malah dapat yang engga-engga lho”. Basa basi busuk yang harus dilewati setiap lajang di dunia bagian timur yang katanya penuh sopan santun tapi malah ga sopan ngantur-ngatur hidup orang apalagi santun nyeramahin orang (baca : Soal Bahagia.

Saya adalah salah satu wanita, lajang di usia matang yang melewati banyak pertanyaan tentang pilihan saya. Pilihan untuk lajang sampai saya menentukan pilihan selanjutnya, pensiun lajang dan mengikatkan diri secara sadar, suka rela dan bahagia pada satu orang pada satu hubungan seumur hidup berbagi suka-duka, senyum, airmata, harapan, kebahagiaan, kesusahan, kegundahan, pikiran, uang, makanan, tempat tidur, kenyamanan, prioritas hingga waktu.

Banyak dari orang-orang (menikah) yang saya temui bertanya tentang pilihan saya, kenapa,sampai kapan. Tidak sedikit yang mencibir, nakut-nakutin, bahkan menghina dalam tawa. Untungnya saya cukup waras dan sadar untuk tidak terprovokasi dengan apa yang saya dengar. Bahkan saya merasa kasihan kepada mereka yang mencibir, kasihan karena ternyata tidak cukup bahagia dengan hidup (pernikahan) mereka sampai mereka berusaha menarik saya untuk merasakan ketidak bahagiaan mereka, ketidak bebasan mereka.

 

Fun and Freedom (pic : google)

 

Saya bukannya anti berkomitmen, anti menikah, bukan. Saya mau kok menikah, bahkan saya sudah mencanangkan menikah di umur 26 tetapi Yang Maha Mengatur mengatur lain. Saya bukannya takut kebebasan saya hilang, tapi saya sadar sesadar sadarnya hanya ada perubahan sedikit yang perlu disesuaikan lagi yaitu prioritas. Dan saya mau melakukan semuanya ini karena kesadaran dan keinginan saya sendiri bukan karena desakan umur, jam biologis, keluarga dan lingkungan, status apalagi putus asa. Saya ingin bertanggungjawab dan bahagia dengan pilihan saya yang mungkin tidak bahagia.

 

Pilihan untuk Bahagia dengan standar sendiri bukan orang lain (pic: google)

Dalam perjalanan saya sebagai lajang ibukota, percakapan soal pacar, jodoh, pasang, kawin menjadi bahan diskusi menarik dengan beberapa teman, baik sesama lajang maupun menikah, beranak ataupun berpisah (akan ditulis terpisah setelah ini, janji deh). Macam-macam. Hasil diskusi kami tidak membuat saya antipati atau terdorong buru-buru, tapi membawa saya pada kesadaran ini pilihan yang harus saya putuskan secara sadar, waras, iklas, bertanggungjawab dan bahagia.

Saya mungkin terlambat untuk memutuskan menikah, kasian anak saya (itu alasan menikah paling clichรจ) tapi lebih baik terlambat tapi berbahagia dibandingkan buru-buru lalu berantakan, menurut saya, pilihan saya.

Biar lambat asal selamat (pic: google)

Karena itu, menjadi lajang di usia matang adalah pilihan, pilihan yang harus dihargai. Karena lajang, menikah, berpisah, kayang, jungkir balik, tengkurap adalah pilihan bebas siapapun di muka bumi ini yang tidak perlu dikomentari, kecuali….

kecuali hidup kita Kurang Piknik.

 
Salam Lajang Ibukota

Aling

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s