Panggilan dalam Keluarga Tionghoa

Edisi Imlek 2565 mari kita belajar budaya Tionghoa dikit ya. Siapa tahu ada yang butuh karena harus ketemu keluar pacar atao keluarga calon suami/istri ato Imlek pertama di tahun ini. Sini cici bantu.

Karena Aling orang hokkien dari pihak papa dan mama maka gw akan membahas dari sudut pandang orang hokkien.
Jika ada yang kurang tepat atau mau ditambahkan silahkan.
Ini juga hasil ingat dari ajaran alm mama gw dari kecil. Jadi ingat dulu suka dimarahin kalo ga manggil om tante dengan benar.

Ada banyak panggilan dalam keluarga Tionghoa sesuai dengan pangkat/derajat dalam keluarga, sama halnya seperti dalam keluarga batak. Kebanyakan orang hanya tau cici-koko-acek dan ai, tentu saja yang paling populer adalah koko dan cici karena ada kontes/lomba yaitu Koko dan Cici yang sering diadakan di Glodok.

Lebih dari itu ada yang namanya apek, aum, acek, acim, akho, atio, ai,akhu,akhim, akong, ama, nainai, kungkung, yeye, popo, sow-sow/aso, ci-hu, ipo, khopo, tiokong, aco, kongco,kukong,kimpo,pekkong,aumpo,cekkong,cimpo,ceum,cing khe, kiasai, su-na.

Banyak ya…..baiklah mari kita mulai.Kalo lu sering ke mangga dua ato glodok pasti lu akrab dengan istilah Cici-koko, ga usah dijelaskan lebih lanjut, semua udah pada tau cici itu kakak perempuan dan koko itu kakak laki-laki.

Apakah harus bertalian saudara baru panggil koko ato cici? Tentu tidak, koko-cici itu sudah menjadi panggilan umum untuk semua wanita/pria tionghoa sama halnya dengan teteh ato a’ak. Kalo pernah dengar istilah cece, itu sama saja dengan cici, cece itu bahasa hokkiennya masih digunakan di daerah sumatra seperti riau,medan,padang (sumatra timur) dimana cece untuk yang punya hubungan darah dan cici untuk yang tidak punya hubungan darah. Di keluarga gw dan di daerah gw sendiri masih menggunakan cece dan cici. Kalo koko ya tetap koko tidak berubah.

Jika lu adalah menantu laki-laki dalam sebuah keluarga maka akan dipanggil Ci-Hu (kakak ipar laki-laki) oleh adik perempuan dan adik laki-lakinya. Sebagai balasan si Ci-hu akan memanggil si adik ipar perempuan dengan ii (tante) dan adik laki-laki dengan sebutan akhu (paman), sama seperti anak-anaknya akan memanggil adik-adik istrinya.

Bagaimana dengan cici (kakaknya perempuannya) si istri dan koko (kakak laki-lakinya) si istri, mereka manggil apa dan dipanggil apa sama si adik ipar? Si adik ipar akan manggil cici istrinya dengan sebutan iidan suaminya si cici istrinya dipanggil atio (om),mengikuti anak-anaknya. Si ii dan atio nya ini akan manggil si ipar laki-laki ini dengan panggilan atio (om), anak-anak si ii dan atio inipun akan panggil atio ke si om.Lalu si kokonya istri panggil si adik ipar ini dengan nama langsung karena tingkatannya lebih tinggi dan dia laki-laki. Bagi orang tionghoa kakak laki-laki itu yang mendapat penghormatan lebih dan karena itu dia dipanggil akhu (paman) oleh si adik ipar dan anak-anaknya. Istrinya si akhu (paman) dipanggilakhim (bibi) baik oleh si adik ipar maupun anak-anaknya dan sebagai balasannya si akim panggil si adik ipar itu atio (om).

Perlu diketahui bahwa sebagai menantu baik menantu perempuan dan laki-laki maka dia akan ikut manggil para iparnya sama seperti anaknya manggil yaitu tante/bibi dan om/paman. Ini didasari karena mereka adalah menantu yaitu orang luar yang masuk ke dalam keluarga.
Kalo misalnya si wanita ini anak tengah dan punya 3 kakak perempuan di atasnya dan 2 kakak laki-laki lalu punya 2 adik perempuan dan 2 adik laki-laki, si suami+anak-anak gimana manggilnya? manggilnya akan sama polanya seperti di atas hanya saja untuk menandakan urutan ketuaan (halah… ketuaan istilah macam apa ini, ya yg penting lu ngertikan maksud gw apa) tinggal tambahkan angka dalam bahasa mandarin sebelum nama panggilan.

Contoh donk ling….(Iye..iye…) :
Kakak ipar perempuan paling tua: Thua I (tante paling tua, thua itu dari tha (mandarin yang artinya besar) entah bagaimana menjadi Thua, bahkan di keluarga gw disingkat menjadi TaI.Suaminya ThuaI : Thua TioKakak ipar

perempuan no 2 : Ji I. (Tante no 2, Ji: 2, I dari ii : tante)
Suami JiI: JiTio (om no 2)
Kakak ipar laki-laki paling tua: Thua Khu (Om paling tua. Thua; besar, khu: paman)
Istrinya Thua Khu: Thua Khim (bibi paling tua. Thua: besar, kim dari akim : bibi)
Kakak ipar laki-laki no 2: Ji Khu (paman no 2)
Istri Ji Khu: Ji Kim

Selanjutnya pake aja angka mandarin sebelum panggilan.
Ingat it jadi thua, ji-sa-shu-go-lak-cit-pek-kao (gw ga tau penulisannya yang benar gw hanya tulis berdasarkan pelafalan gw saja)
SaI-saTio, shiI-shi Thio, GoI-GoThio, sa Khu-sa Kim, shi Khu-shi kim, go Khu-go kim. Kalo terasa janggal kebanyakan orang pada akhirnya panggil akhu,akhim,ai,atio bahkan ngarang nama panggilan baru yang ga ada tionghoanya sama sekali (di keluarga gw aja sih).

Pusing ya….ini baru bagian dari pihak garis istri/ibu lho, garis suami/ayah belum. Belum lagi garis nenek dan kakek.

Masih kuat?? Semangat donk…..

Jika lu adalah menantu perempuan, adik ipar lu baik laki-laki maupun perempuan harus panggil so-so ato aso terhadap elu bukan cici. Ingat, cici itu untuk kakak perempuan bukan kakak ipar. Ingatkan di film mandarin, bahkan mafia pun akan panggil so-so/kakak ipar ke wanita kakak seperguruannya.
Sebagai balasannya si aso akan panggil adik ipar perempuan dengan Akho (tante adik papa) dan adik ipar laki-laki dengan acek (om adik papa), mengikuti anak-anaknya yang akan panggil akho dan cek.
Suami si akho akan dipanggil atio (om) oleh si aso+anak-anaknya. Dan si atio+anak-anaknya akan panggil si aso itu dengan sebutan Akhim (tante istri paman–liat pembahasan di atas).

Istri si acek akan dipanggil acim oleh si Aso+anak-anaknya dan si acim+anak-anaknya akan manggil si Menantu perempuan yang lebih tua dengan sebutan A’um (berlaku untuk semua ipar perempuan.
Kedua ipar ini tidak boleh saling sebut nama ato cici tapi harus pangkat masing-masing.

Suaminya si So-so ini dipanggil koko tentunya sama adik-adiknya dan dipanggil akhu oleh anak-anak/suami adik perempuannya ato dipanggil apek oleh anak-anak/istri adik laki-lakinya.

Besan juga mendapatkan panggilan sendiri, ga bisa manggil besan atau mertua saudara kita dengan pak bu ato om tante tapi mertuanya koko/adik/kakak panggilnya ce’u muntuk mertua perempuan dan cing khe untuk mertua laki-laki.
Si mertua akan menggunakan istilah su-na untuk menantu perempuan dan kia-say untuk menantu laki-laki.

Menambahkan kerunyaman, penggunaan panggilan ini tidak hanya berlaku bagi elu-anak lu dan suami/istri lu serta keluarga kedua belah pihak tapi juga terhadap mencakup keluarga ipar koko/cici/adik lu (you merried the whole family also)contohnya: koko gw menikah. Terhadap keluarga istrinya dia akan ikut aturan yang sudah gw jabarkan di atas, itu sudah pasti. Gw beserta keluarga besar gw (termasuk para sepupu) akan ikut aturan panggilan terhadap keluarga besar aso gw sama seperti koko gw+anak-anaknya.
Demikian juga sebaliknya. Jadi kakak ipar perempuannya (aso nya) si aso (kakak ipar gw) akan dipanggil akim oleh gw dan keluarga besar gw sama seperti koko gw dan anak-anaknya.

Heheheheheheh ribet ya…..apalagi kaya di daerah gw yang sodaranya itu itu lagi muter-muter, jauh lebih ribet. Acek (Omnya) sepupu jauh lu bisa jadi ci hu lu ato ii (tante yang sepupu nyokap lu) jadi aum lu. Huaaaaaa…tapi it happen lho ke cici sepupu gw.

Di dalam masyarakat jaman kini gw sering menemukan penggunaan panggilan ai, acek,apek dan encim/acim terhadap orang yang tidak berhubungan darah dengan kita. Bagaimana penggunaannya?

Ama-ama: berasal dari kata Ama yaitu nenek baik dari pihak ayah/ibu. Digunakan untuk wanita yang seumuran atau lebih tua dari ama lu, identik dengan wanita tua/rentah.

Encim: berasal dari kata acim. Tapi digunakan untuk menunjukkan wanita paruh baya yang mungkin umurnya di bawah oma (ama/popo/nainai) tapi di atas nyokap/ai, agak rancu ya dari penggunaan aslinya. Setiap kali kalo dengar kata encim gw selalu ingat makanan peranakan di daerah tangerang yang terkenal dengan encim sukaria kalo gw ga salah. Encim identik dengan wanita peranakan berusia paruh baya tapi gesit dengan terompah di kakinya.

Ai/ii biasa disingkat i : itu untuk tante-tante batasan umurnya kira-kira 5-10thn di atas/dibawah nyokap lu. Entah kenapa ya tiap dengar kata ai di benak gw langsung muncul kata KEPO hahahahaha

Akong-akong: berasal dari kata akong (kakek) baik dari pihak ayah/ibu. Digunakan untuk pria yang seumuran atau lebih tua dari akong lu. Seperti ama-ama, akong-akong juga identik dengan pria tua.

Apek: pada dasarnya digunakan untuk pria yang lebih tua dari papa dan lebih muda dari akong. Di sumut ada istilah apek-apek yang merujuk pada pria cina totok. Dalam benak gw sampe sekarang apek-apek itu pria cina paruh baya yang kemana-mana pake kaos singlet swan brand+ celana piyama garis-garis+kipas sate dan radio bahasa mandarin… Hiahauahauahaua absurd nih gw.

Acek atau encek: dalam masyarakat digunakan untuk pria yang seumuran/lebih tua/lebih muda 5-10tahun dari papa. Di dalam benak gw acek-acek itu ya pria tionghoa dengan kaos kutang+celana pendek dan sendal+kalkulator/sempoa. Huahauahauahu aling jahat…..
Kadang acek-acek itu suka gw gunakan untuk menggambarkan koko-koko yang udah tuir (40an) tapi suka sama gadis-gadis muda (20an) hahahahhahahaa…tolong yang ini jangan ditiru ya.

Jadi urutannya adalah ;Akong-akong, apek-apek,acek-acek-koko-koko.Ama-ama, encim-encim,ai-ai,cici-cici.
Uhmmm apalagi ya?? Saudaranya ama/akong gimana? Ingat saja aturan garis keturunan, ayah atau ibu lalu tambah kong untuk pria ato po untuk perempuan.
Contoh: adik perempuan akong = akho nya ayah–> dipanggil akho oleh ortu = khopo–> akho(tante pihak ayah)+popo (nenek)Suaminya : tiokong–>atio (om)+akong (kakek)

Adek laki-laki akong = aceknya ortu =cek kong–> acek (om adik ayah)+ akongIstrinya: cimpo—> acim (bibi)+popo

Saudara perempuan ama = ii nya ortu = ipo–> ii (tante dari pihak ibu)+popo
Suaminya: tiokong –>atio (om)+akong (kakek)

saudara laki-laki ama = akhu nya ortu= khukong–> akhu (paman saudara ibu)+akong (kakek)
Istrinya: kimpo–> akim(istri paman)+popo (nenek)

Ajegile panjang ya ternyata, ya begitu deh namanya juga budaya. Agak sedih sih kalo budaya ini hilang ditelan kemodrenan jaman dimana seorang ii diganti dengan sebutan auntie ato akhu/acek/apek diganti dengan uncle.
Bahkan di keluarga gw pun sudah terjadi pergeseran, kami dipanggil auntie dan uncle oleh keponakan, kakak ipar dipanggil cece atau koko. Alasannya : ahk jadul, ahk kerenan auntie dan uncle. Sedihnya.Baiklah segitu aja dulu semoga ga pusing, kalo pusing ya berhenti dulu trus baca lagi ya 😛

Sekian dan terima angpao 😀

Note:
Ii= ayi
Akhu=kiukiu/akhiu
Acek=encek=suk suk/asuk (beda dialek)
Acim=encim/incim
Akhim=khim-khim=khiume

image

Okelah, demikian dulu pelajaran budaya hari ini, semoga bisa digunakan saat ketemu keluarga besar.

Nb : foto ini foto kawinan adek sepupu gw. Nikahan itu macam acara reuni keluarga, dan di saat seperti ini cara panggil digunakan.

Advertisements

86 thoughts on “Panggilan dalam Keluarga Tionghoa

  1. kathy says:

    Hi, mau nanya dong ms.ling2 yg baik..ak lg bingung..ciciku baru married. Kami khek dan pihak cowo hokkian..nah saya panggil besan laki apa? Apakah `chin ke` seperti papa mama saya?atau ikut anak nya cc (a kong , a mah)?
    Untuk penjelasan km diatas mengenai harus panggil saudara besan ikutin anak cc sudah sesuai sama penjelasan dr papa mama ak..tp kalau dr pihak besan yg hokkian salah, seharusnya seperti link dibawah..mohon pencerahannya..
    Panggilan Kekerabatan Dalam Tradisi Tionghoa (Dialek Hakka) | Tionghoa
    http://www.tionghoa.info/panggilan-kekerabatan-dalam-tradisi-tionghoa-dialek-hakka/

    • nonaling says:

      Kathy,
      Sejauh yang saya tahu panggilan ke besan tetaplah mengikuti derajat/pangkat kita sebagai saudara dr menantu besan (kakak/adik kita) jadi panggilnya chin ke dan che um.

      Menurut kamu yang salah yg mana? Saya bingung bacanya hehehe…

      Link yg di atas adalah berdasarkan dialek hakka atau konghu. Krn saya org hokkien saya kurang paham dgn dialek hakka 🙂

  2. kathy says:

    sorry ya kalau buat bingung..:p mungkin saya bacanya yg kurang nangkap.

    Yg sy maksud paragraf 7 [Sebagai balasan si Ci-hu akan memanggil si adik ipar perempuan dengan ii (tante) dan adik laki-laki dengan sebutan akhu (paman), sama seperti anak-anaknya akan memanggil adik-adik istrinya.]
    kalau dr penjelasan km, apakah sama dengan contoh dibawah yg pertama?

    kalau menurut pihak papa, panggilan ke besan mengikuti keponakan..
    Contoh :
    kakak saya panggil cek2, keponakan saya panggil cek kong, saya ikut panggil cek kong.

    Kalau menurut pihak mama, panggilan ke besan mengikuti kakak saya yg married..
    Contoh :
    kakak saya panggil cek2, keponakan saya panggil cek kong, saya ikut panggil cek2.

    Thx

    • nonaling says:

      Iya bacanya agak ngelimet ya, jadi bingung hehehe.
      Iya benar, harus ikut kakak ipar panggil cek2 karena tingkatannya beda. Anak2 kamu akan ikut anak2 cece kamu.
      Kalo yang akan disapa adalah acek dari ci-hu maka benar kakak kamu dan kamu serta seluruh kel mu yg sederajat atau lebih tinggi akan panggil acek, sedangkan anak2 kakakmu dan yg sederajat dgn mereka akan panggil cekkong karena adek akong.

      Kalo yg disapa adalah adik suami kakak atau yang sederajat maka kakakmu dan semua kel akan panggil acek/apek jika lbh tua sesuai dgn anak2 kakakmu panggil apa.

      Itu sih yg saya pelajari di rumah ya, kalo kurang tepat monggo dikoreksi

  3. vannia tri listianty says:

    pusing ci bacanya ._.
    tapi harus belajar deh. aku campuran hokkien sama belanda ._.
    pacarku khek. jd ak ga seberapa paham istilah”nya hahaha
    btw xiexie infonya ci :v
    sangat membantu walau pusing bacanya wkwkkw

  4. Mariah Hsiao says:

    Saya asli sunda dan menikah dengan pria taiwan asli dan sudah 7 thn menetap di taiwan dan sdh pindah warga negara .Tapi terus terang saya sampai sekarang masih bingung memanggil istilah istilah diatas yg kmu sebutkan .saking gk percaya diri nya saya menarik diri dari pergaulan krna takut salah manggil orang hhahaa .mau tanya suami malu malah di omelin nantinya krna dia pasti kaget dong udh lama di taiwan msh bingung juga hmmm .btw lngusung saja ya ,gini anak saya yg umur 5 thn dikasih kie sama papa nya tmn sekelas nya ,trus aku suruh ank ku mengucapkan terimaksih .aku malah spontan suruh ankku ” ni ken ape shuo xie xie !” ankku spontan bilang ape xie xie ! Dlm hati deggggg* duh salah gk ya gue?? Secara beliau umur mungkin dibawah 50 thn .kira kira 40 thnan lah .blm 50 thn .dan suami saya 46 thn .haduh sampe skrng aku kepikiran takut nya dikira gk sopan :‘(

    • nonaling says:

      Halo mbak salam kenal. Jujur saya mungkin ada sedikit perbedaan antara hokkien taiwan dan hokkien di indonesia.
      Ape sesungguhnya lebih kepada penghormatan kepada pria yang lebih tua dari ayah kita baik untuk yang saudara maupun kenalan. Sama halnya dengan ayi adalah panggilan bagi wanita yg lebih tua,lebih muda atau sederat dengan ibu.
      Panggilan untuk kaum pria lebih mengacu berjenjang/derajat/strata/umur karena masyarakat cina/tionghoa menganut garis ayah.
      Jadi saya rasa tidak salah kalo panggil ape.
      Btw di taiwan tinggal di mana?
      Semoga membantu ya mbak 😉

  5. Bernard says:

    Salam kenal Ms. Ling
    Mau tny dong…sy lgi pacaran ni sm cew keturunan tionghoa, dikeluarganya msh sangat kuat memegang aturan2 cara panggilan spt itu. Nah saya jadi bingung gmna nanti saya panggil calon istri/istri saya?
    Terus nanti saya dipanggil apa sama istri saya?
    Saya harus panggil apa ke calon mertua?
    Sementara saya sendiri sama sekali tidak paham dengan panggilan2 itu karena saya memang asli pribumi(jawa)
    Mohon penjelasannya
    Trimakasih

    • nonaling says:

      Halo mas Bernard, salam kenal.
      Sepanjang pengetahuan saya tidak ada panggilan khusus untuk calon pasangan baik sebelum maupun sesudah menikah. Panggilan suka suka hati pasangan saja 🙂
      Sementara untuk calon mertua tetap memanggil om/tante hingga acara teh pay. Dalam banyak praktek di lapangan biasanya papanya calon pasangan dipanggil Acek/encek sbg tanda hormat yg sama dgn om atau saudara laki laki pihak ayah sementara mama calon pasangan biasa dipanggil Ai atau sama dengan tante atau saudara wanita dari ibu kita.
      Kalo diliat dari garis kekeluargaan Acek tidak berpasangan dengan Ai demikian sebaliknya tetapi karena orang tua teman/calon disetarakan dengan saudara dari ayah dan ibu maka mengambil jalur panggilan ibu dan ayah sekaligus.
      Atau mungkin bisa tanya ke pasangan, sebaiknya manggil apa supaya ga salah 🙂

      Tenang aja mas, ga perlu dihafal sekarang. Nanti pas nikah ada acara teh pay, nanti ada pengenalan anggota keluarga termasuk panggilannya apa.
      Semoga membantu. Kalo ada yg kurang, monggo ditanyakan 🙂

  6. Bernard says:

    Trimakasih infonya
    Saya cuma agak minder aja, krn beberapa temen tionghoa yg sdh menikah suka panggil suaminya ‘ko’
    Tapi saya blom pernah denger si suami panggil istrinya dgn panggilan tertentu, kalau di budaya arab biasa pasutri saling panggil dgn abah/umi, saya kira demikian jg dgn budaya tionghoa

    • nonaling says:

      Kalo bahasa mandarinnya ada panggilan untuk suami istri, tapi saya lupa.
      Di indonesia tionghoanya sudah tidak pakai sebutan itu lagi setahu saya, lebih modern dan kebaratan saja. Palingan juga koko

    • nonaling says:

      Kalo kita nonton film mandarin memang ada panggilan laokung/laopo (suamiku/istriku) tapi sepanjang pengetahuan saya, kita di indonesia tidak ikutan seperti itu.
      Tapi kalo mau ya monggo hehehe
      Kebanyakan malah panggil papa-mama atau malah punya panggilan khusus.

      SSH- suka suka hati saja

  7. Uphy says:

    mencoba jawab ya,,
    Ta ii adalah bahasa Mandarin sedangkan Thua ii bahasa hokkian,,
    Cici dan Cece setahu saya sama saja fungsi panggilannya,, Cece bahasa mandarin sedangkan cici bahasa hokkian *cmiiw

  8. bagusrio says:

    Saya merasa terbantu dengan isi artikel,kebetulan papa saya baru kemaren meninggal,dan baru saya tw kalo dalam darah saya mengalir juga darah tionghoa,walau saya beragama islam,baru pertama kali kumpul di rumah duka,kaget karena papa saya punya istri 5,dan anaknya semua hampir 10,jadi panggilannya asing,cuma ikut kakak perempuan saya,manggil apa ya saya ikutin,yg umum koko dan cece,tapi langsung panggil nama misal ce nina,ko deki,itu yg kakak,tapi ke adek atau keponakan saya ga tw manggil apa?
    Hahaha,seru dan sangat menyenangkan juga

  9. tarensialiezzy says:

    Ms.Ling mau tanya dong.
    Sy sudah menikah,
    Sy asli pribumi (harusnya). Family tree sy seperti ini.
    Ayah:
    Buyut sy asli china, namanya lao bun tzen. Sy cman bisa sebut aja gak tau cara tulisnya.

    Butut L : china + buyut P : minahasa (asli)
    Oma + opa (turunan china gen 2) *ibu & ayah dari oma
    Oma (china gen 3) + opa (asli minahasa)
    Papa + mama (mix jepang belanda gen 5)
    Saya.

    Singkat cerita, sy gak tau panggilan” dlm keluarga chinese.

    Sy menikah thn ini dengan suami sy dr keluarga chinese.
    Mertua sy laki” & perempuan adlh keluarga chinese gen 2 dri turunan mereka sebelah menyeblah, that’s mean suami sy gen ke 3.

    Mertua sy pisah & membangun rm tanggah yg baru.

    Dlm keluarganya suami sy ank tunggal & punya adik tiri dr papanya.

    Singkat cerita,
    Berhubung kami menikahnya di manado & memakai adat manado (suami sy chinese yogyakarta) & keluarga sebelah menyeblah sibuk maka tdk ada yg namanya the pay.

    Sy bingung dgn panggilan untuk keluarga suami sy.
    Oma =
    Papi =
    Om *adik papi =
    Tante *istri adik papi =
    Istri papi =
    Adik tiri *perempuan 2thn =
    Mami =
    Suami mami =
    Kakak mami *perempuan laki”=
    Adik mami *perempuan laki”=

    Trus sy & anak sy panggilannya bagaimana, jd bingung.. Hiks
    Tolong bantuin…
    Makasih.

    • nonaling says:

      Kebanyakan dalam keluarga tionghoa Indonesia, papa mam masi menggunakan panggilan papa mama.
      Oma, ada yang sebagian manggil ama ada yang oma ada yang mak (kebanyakan keluarga tionghoa jawa)
      Untuk pasangan papi mami bisa ikut dengan suami panggil apa karena kadang tiap keluarga beda, ada yang panggil papi/papa ada yang tio (om) ada yang mami/mama ada yang ii (tante)
      Om adik papi = acek
      Istri adik papi = acim
      Kakak/adik mami perempuan = ii
      Adik/kakak mami laki = akhu

      Detailnya bisa baca di tulisannya di atas ya, semoga membantu 🙂

  10. Vely says:

    Berdecak kagum deh gw.dah 3 kali ngulang baca masi ga masuk otak lol..paling ujung nya nanya nyokap harus nya manggil apa 😀
    Musti kursus ni sm suhu ling.

  11. liaa says:

    Mau tanya kalau kita memanggil suami wak’I(kakak perempuan mama) itu apa ya? Sama memanggil suami iik(adik perempuan mama)? Sama suami wakko/ako(kakak/adik perempuan papa)? ? Trimakasih

  12. Christian Wibisana Kurniawan says:

    Aling, mau nanya dong.. kalo bahasa hokkiennya kakak iparnya kakek apa ya? Maklum kalo keluarga sy ngumpul kudu patungan nyewa ballroom…

  13. Devi says:

    Hallo ci..
    Mau nanya untuk panggilan ke kakak ipar (cewe) itu apa ya?
    Aku baru menikah, tp bingung manggil cici-nya suamiku itu apa. Katanya sih aso, dan manggil adik iparku (cewe) aso juga. Bener begitu ya? Agak bingung ._.

    Thanks ya 🙂

    • nonaling says:

      Halo devi,
      Kakak ipar perempuan itu bisa Aso bisa Ako, dilihat dari sisi mana kita terhubung dengan yang bersangkutan.
      Kalo Devi menantu dalam keluarga sedang kakak ipar adalah anak, maka Devi panggil Ako ke kakak ipar.
      Kalo kebalikan, kalo devi anak dan kakak ipar adalah menantu maka Devi panggil dia Aso dan dia panggil devi Ako.
      Kalo kakak ipar dan Devi sama-sama menantu maka Devi panggil dia A’um dan dia panggil Devi Acim.

      Kalo adek ipar, dia panggil devi Aso dan Devi panggil dia Ako

      Semoga membantu

  14. Mikaila Putri says:

    Malem ci, mau tanya . Kalo aku sbg menantu punya adik ipar yg lbh tua dri aku manggilnya apa ya ? Bingung nih hehe
    Dijwb ya ci, makasih ^^

    • nonaling says:

      Sebagai kakak ipar meskipun lebih muda secara usia, kamu tetaplah kakak dan dipanggil aso/so so oleh adik ipar baik yang lebih tua maupun yang lebih muda.
      Karena kamu dipanggil kakak ipar/Aso maka sudah sewajarnya kamu manggil adik ipar mengikuti anak2 kamu manggilnya apa, kalo adik ipar perempuan panggilnya Akho kalo adik ipar laki panggilnya acek.

      Tiap keluarga kadang beda ya, kebanyakan orang jaman sekarang udah pake koko-cici aja ga peduli lagi dengan aturan sebutan ini.

      Semoga membantu 😊😊😊

  15. Adek Z. Ikhwan says:

    Hello ms.Ling..
    Saya mau tanya, saya orang Padang keturunan minang asli. Saya sekarang di Batam dan punya pacar tionghoa, saya bingung tiap kali maen kerumah si pacar mau panggil papa/mama nya apa, panggil kakak laki/perempuannya apa, adik laki/perempuannya apa, om atau tantenya harus manggil apa.. Soalnya kalo dipadang sendiri cuma koko/cece yg masih ada, sedangkan sebutan yg lainnya ga ada (ex: Misalnya om/tante tetap dipanggil demikian), karena dulu waktu kuliah saya juga pernah pacaran sama keturunan hokkien dipadang dan manggilnya ya sama kayak biasa (ex: panggil papa/mamanya dg om/tante), tapi di Batam masih kental dg panggilan2 tionghoa, jadi saya bingung nanti kalo merried sama pacar takutnya salah2..
    Mohon pencerahannya, terimakasih 😀

    • nonaling says:

      Uda Ikhwan,

      Selama belum menikah panggilannya masih menggunakan panggilan umum saja, om tante saja.
      Hingga hari pernikahan tepatnya acara tea pay baru bisa menggunakan panggilan kekeluargaan.

      Semoga membantu 😊

      • Adek Z. Ikhwan says:

        Oo begitu ya, berarti kemaren2 tidak ada kesalahan, syukurlah. Karena kalo di batam sendiri jika salah panggil kita dibilang ga sopan.. Terimakasih ling, saya jadi lebih percaya diri sekarang. 😁

      • nonaling says:

        Selama belum menikah, kita hanya sebagai org muda yang harus menghormati org tua dgn panggilan standar di kehidupan bermasyarakat.
        Susunan panggilan dan hubungan kekerabatan akan dijelaskan ketika TehPay, siapa dan panggil apa. Ketika itu resmi seumur hidup WAJIB panggil seperti itu atau….dianggap ga sopan.
        Stay cool uda 😎😎😎

        Senang bisa membantu

  16. Vina says:

    Cii aku mau tanya, jadi papa aku itu keturunan chinese tapi dari sebelah oma bukan opa. Nah kan ada marga nya tu, sedangkan dari saudaraan papa aku udah pake nama indo semua krn opa org sumatera asli. Aku kan suka aja pake marga nya, itu bisa gak kalo aku ya mau nyantumin aja marga chinese nya di nama aku? (Bukan buat di raport, sertifikat, dll).
    Kan secara ci, biasanya marga ngikut ortu laki2. Tapi berhubung ayahnya papa bukan chinese jd gak dipake gitu ._.

    Duh ribet maaf ya cii hihihi xiexie ci!

    • nonaling says:

      Halo vina,
      Soal pencantuman marga kalo mau strict ya harusnya ikut marga papa ya, tapi ya kalo mau pakai ya monggo aja, siapa saya yang melarang dan sejauh pengetahuan saya tidak ada larangan untuk itu ☺️☺️☺️

  17. Kiaana Fs says:

    Ci, mau nanya. kan kalau panggilan untuk kakak perempuan dalam itu cici, terus kalau mau di gabung sama nama itu gimana. misalnya namanya Xiao Li, terus kalau digabung itu bentuknya gimana? apa jadi Xiao-ci? maaf kalau bikin bingung :)))

    • nonaling says:

      Halo…

      Kakak perempuan dalam artinya kakak perempuan semarga khan ya krn papanya kakak adik? Iya bukan?

      Dari yang saya tau sih panggilnya cman cici lalu namanya. Kalo namamua Xiao Li panggilnya jadi Ci Xiao Li

      Kalo bahasa mandarin ya nama dulu panggilan, xiao li cie cie, itu juga taunya dari drama taiwan hahahahahaha

    • nonaling says:

      Anak dari saudara perempuan pasangan baik dari kakak atau adik saudara perempuan istri akan manggil ko Hendra dengan sebutan Atio (hokkien) atau kuchong (konghu/cantonese—> kalo ga salah)

      Tinggal di urutkan saja istri ini anak perempuan ke berapa dan tambahkan urutannya sebelum Atio

      Lanjutnya dibaca aja ya untuk urutannya, sudah saya jabarkan.

      Semoga membantu

  18. Kerenhapukh Widya Tanuwidjaja says:

    hai cii..

    mau tanya, aku & pacarku sama” hokkian.
    minggu ini ada nikahan sodara pacarku, papa dia panggil “kongah” (engkong tengah,wkwk)
    nah, dia gtw harus panggil apa. Apa lagi aku.
    Emang buat skrg aku bisa cukup panggil “kong”`siapa gtu.., tp kalo ntar udah married gmana.
    Soalnya, di teapay pun mungkin ya gak kebahas sampek situ,hahaha..

    Thx infonya cii.. Gbu

    • nonaling says:

      Halooo

      Sori lama bacanya.
      Yang mau dipanggil itu selevel siapa dulu ya, boleh didetail ga?

      Kalo sepintas saya baca dan semoga ga salah, yang mau dipanggil itu levelnya udah kakek (kong) papanya pacar.

      Uhmm….ini tergantung keluarga ya manggilnya gimana, saya dulu pernah punya adek neneknya mama saya yang sama mama saya dipanggil ipo–> saudara perempuan nenek/ama.
      Si Ipo nya mama ini kami panggil Ipo Co–> co itu utk selevel buyut.

      Dalam keluarga saya kami masi melihat kaitan saudaranya dari pihak ibu atau ayah karena itu akan menentukan panggilan di depan sebelum co (buyut) atau po (nenek)

      Contoh ya :
      Keponakan saya punya anak terhadap papa saya dia panggil Kukong Co –> paman ibu yang derajatnya buyut. Mamanya panggil papa saya Aku (paman dari pihak ibu)

      Nah balik lagi ya keluarganya gimana, kalo keluarga saya detail liat pertalian saudara dari pihak mana dan urutannya gimana.

      Gampangnya kongah papa itu panggilnya kongah co.

      Semoga membantu 😊😊😊😊

  19. Jimi says:

    Ci, maaf mau tanya. Saya islam.
    Nenek dari pihak mama, buyutnya nenek itu tionghoa+belanda. Neneknya nenek saya nikah sama pribumi turunan belanda, orang tua nenek saya jawa.
    Nenek dari pihak ayah hokkian, nikah sama kakek yg asli pribumi. Nikahlah mama sama papa. Saya sebagai anaknya apa masih ada garis hokkiannya ? Marganya turun ke saya atau gak ? Kan katanya marganya itu di turunin dari pihak papa. Kan yg chinese cewek ceweknya semua. Terus kalo buyut dipanggilnya apa ? Di atasnya buyut di panggilnya apa juga ?
    Makasiih..

  20. jessica says:

    halo ci , mau tanya kalo misal nya koko nya mama ku punya anak , nah anak nya itu cewe trs uda nikah dan punya anak , anak nya itu manggil aku apa ya ?
    jd anak nya itu kan keponakan ku gitu kan ya ?
    thank you.

    • nonaling says:

      Iya donk ponakan kamu.
      Nah balik lagi ke struktur yg udah saya jabarkan, kalo saudara perempuan dari ibu (mau dari atas silsilah dari opa apa oma) panggilnya ii kalo saudara perempuan dari ayah ya akho.
      Saudara laki laki dari ayah harus liat urutannya dulu kalo lebih tua panggilnya apek, kalo lebih muda acek.
      Kalo saudara laki-laki dr ibu panggilnya akhu terlepas lebih tua atau muda.
      Semoga membantu 😊😊😊

  21. Silvy says:

    Hy ci
    Ak mau nanya
    Suami ak tionghoa dri ayah n ibux nah kalau aku cmn dri ibu yg chinese kalau ayah melayu.skrg dh punya anak satu.karna dikeluarga ak muslim jd untuk panggilan tertentu udh gk dipake lg kecuali kakek dan nenek dri mama aku masih.yg jdi pertanyaan ak harus ajarin anak ak panggilan2 ke kerabat suami itu gimana? Suami anak tertua dan punya adik laki2 dua org dan satu adik perempuan
    Mohon bantuanx yah ci 😘😘😘

  22. Ki cheng says:

    Hallo ci, mau nanya nih. Mau ngejelasiin dulu nih ci. Saya punya papah asli tionghoa medan dan mamah saya palembang selama saya hidup papah saya gak pernah ngajarin saya bahasa tionghoa entah apa alasan nya. Nah gini kalo manggil kaka pertama itu cece atau koko? Udh itu manggil adik laki laki itu apa? Dan terakhir manggil adik perempuan itu apa juga? Terimkasih.

  23. Cinta says:

    Hai Ci…
    Sy mau nanya niih..ayah mertua sy chines asli tp udh ga pake tradisi2 cina lg, ibu mertua sy org pribumi. Sy asli pribumi nikah sm anknya yg laki. Yg mau sy tnyakan, apa anak sy msih bisa dipanggil Cc/Koko 1 sm lainnya?
    Mksih yaa…

    • nonaling says:

      Ga ada larangan mau pakai panggilan cici atau koko dalam keluarga, bebas saja. Tergantung keluarga masing-masing.

      Teman saya ada yang ibunya 1/2 tionghoa bapaknya nias dan mereka kakak beradik panggil kakak-abang saja.
      Menikah dengan org nias lagi teman saya malah menggunakan panggilan cici-koko- dll spt yg saya tulis.

      Balik ke keluarga masing-masing aja

      • cinta says:

        Oh iya Ci.. sy moo nnya lg.. anak sy manggil sodara prmpuan sm sodara laki dr Akong’nya gmna yaa Ci..??terus, ada sodara prmpuan dr Ama’nya suami saya, itu dipanggilnya gmna juga y’ Ci..??makasiiihh😊😊😊

      • nonaling says:

        Halo cinta,
        Hmmm pasti bingung ya bacanya karena panjang, coba dibaca ulang lagi ya pelan-pelan.
        Saudara perempuan akong = kopo
        Saudara laki laki akong = tuapek kong atau cek kong, detailnya bisa dibaca ulang ya heheehe

        Dari suami juga sama kok, jika dr pihak ayahnya suami. Kalo pihak ibu ya ipo.

        Segitu aja dulu, silahkan baca lagi ya, pelan-pelan dan diresapi 😊😊😊

  24. nafthalia says:

    Salam kenal..sy thalia…saya punya adik laki2…adik ay punya anak..anaknya panggil sy kukuh ..nach kalo panggil suami sy apa yach ?kutioh apa otioh

  25. Anna says:

    Halo ci,mau tanya..
    Neneknya opa saya(ayahnya mama) chinese menikah dgn kakeknya opa saya yg pribumi.tapi dari orangtuanya opa saya masih menerapkan adat chinese dan memakai marga chinesenya dari neneknya opa saya tadi.kemudian diturunkan ke mama saya.pertanyaanya,emang bisa ya marga chinese itu diturunkan dari sisi sebelah perempuan?nah sekarang mama saya menyuruh saya utk tetap memakai marga itu.pdahal saya udah punya marga indonesia dri papa saya yg pribumi jg.
    Saya hanya tdk mau melanjutkan marga yg dlm aturannya tdk boleh diturunkan dari sisi sebelah perempuan.kalo memang bisa,saya akan menuruti kemauan mama utk tetap memakai marga chinese dan adat2nya..kalo memang udah sala dri awal,saya gk mau melanjutkan yg kesalahan itu,hanya karena kluarga dri mama yg msh memakai adat chinese pdahal marga aja belum jelas dan darah chinese mungkin sdh gk ada..ya kan?
    Mohon dijawab..xiexie 🙂

    • nonaling says:

      Halo anna,
      Sorry baru bisa jawab, baru dapat inspirasi hehehe.

      Tionghoa seperti kebanyakan suku lain menganut paham Patrilineal, di mana garis keturunan dan marga akan diwarisi dan dibawa oleh kaum pria, itu sebabnya jaman dulu jika tidak punya anak laki-laki, produksi trus sampai dapat anak laki-laki bahkan sampai memiliki istri kesekian. Ada juga yang mengambil menantu yang dijadikan anak, di mana si menantu akan mengikuti marga mertua, tentu saja hal ini tidak lazim dan cukup kontroversi.

      Kebanyakan orang yang saya kenal tidak mencantumkan marga pihak ibunya karena alasan Patrilineal, tapi kalo ada juga yang menggunakan marga ibunya hanya untuk kepentingan kekeluargaan saja.

      Saya tidak bisa bilang ini salah atau benar, karena saya tidak punya justifikasi yang kuat, tapi jika menggunakan sistem kekerabatan Patrilineal maka marga ayahlah yang harus diikuti.

      Balik lagi, semua kembali ke keluarga masing-masing karena sepanjang pengetahuan saya belum ada larangan untuk menggunakan marga berdasarkan sistem matrilineal, palingan dianggap aneh aja sih.

  26. Monika says:

    Nonaling, salam kenal.
    Sy mau tanya: mengapa generasi dulu, memanggil papa mama dgn sebutan encek dan encim. Ini terjadi pada kakek nenek sy, mrk menyebut papa mamanya dmkn dan anak2 mrk menyebut mrk dmkn.
    Barangkali Nonaling tahu alasan atau sejarahnya. Terima kasih.

    • nonaling says:

      Haloo…
      sepanjang yang saya tahu, hal ini dikarenakan adanya kebiasaan anak-anak yang ciong dengan orang tuanya sehingga harus diangkat anak ke orang lain.
      nah biasanya mereka akan manggil orang tua kandungnya dengan sebutan encek-encim, akhu- akhim

  27. Atuy says:

    Maaf mw tanya ya…..
    1).kakek buyut sy dr tiongkok,sy hrs panggil engkongco atw apa ya?
    2).akung sy punya koko,(apa bnr ma2 panggil mpek & sy panggil akung jg?)
    3).ko2.a akung sy punya anak cwo,ma2 panggil dia ko2 & apa sy hrs panggil mpek?
    4).mama & sy mańggil k istri.a apa ya (saat ini ma2 manggil ci2 & sy ngkim,gmn tu?)

  28. YaoHua says:

    Kalo di keluarga gue, pangilannya jadi ngarang. Misal: Tuaku jadi A’u, ngku jadi u’u. Wkwkwkwk, bikaus waktu itu gue dan sepupu sepupu gue masih pada kecil dan susah manggilnya *mak gue 12 bersaudara dan untungnya kebanyakan cewe, so gue tinggal manggil ii wkwkwk* btw, thanks udh nambahin wawasan gue dalam urusan manggil keluarga, jadi pas sincia gue ga bingung lagi manggil keluarga mak gue yg banyak banget

      • Putri says:

        panggil koko maksud aku , saya panggil apek ke papanya , terus sepupu laki2 dan perempuan saya ini harus aku panggil apa ya ? , bingung aku …. sampe2 aku harus panggil adek

      • nonaling says:

        Balik lagi liat pertalian saudaranya dari ayah atau ibu, lebih tua atau muda.

        Kalo sederajat atau selevel tinggal panggil cici koko atau adek aja, kecuali ipar yang lebih tua ya. Kalo ipar pun balik lagi ke keluarga masing- masing ada yang sudah panggil koko-cici ada yang masi pakai cihu dan aso utk yg lebih tua

      • Putri says:

        terus aku panggil istri ape’ saya panggil nama apa ya ?
        soalnya saya ini cowo ,
        nickname aja yg salah masukkan kemarin ,,, hehehheeh….

      • nonaling says:

        Hahahahhahaha… maaf ya tapi saya mau ketawa dulu karena kamu salah masukkan nama, yuk kita ngaso dulu minum aqua yuk 😂😂😂

        Panggil Istri Ape itu A-um

      • Putri says:

        maaf ya koko aku merepotin , soalnya blog ini yg fast respons , jadi aku masuk sini ,,
        hehheehhe…..

      • nonaling says:

        Hahahahahaha…. sebenarnya saya bingung kenapa ada 2 komen tapi karena saya lagi iseng dan waktunya lowong ya gpp saya balas aja heheher

  29. niko says:

    Saya kan punya mama , lah kakak mama saya laki … istilahnya om saya lah biasa saya panggil ( NGKU ) apakah bener ?? , lah kalo mau panggil istrinya om saya siapa ya ?

    • nonaling says:

      Benar ngku atau akhu tergantung dialek masing2. Istrinya panggil akhim atau ngkim.

      Bacanya ga sampai tuntas ya? Hehehehehe….. baca sampai akhir donk biar lebih asik. 😉😉😉😉😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s