Annyeong hasimnika, Welcome to Pyongyang

kepala mulai terasa sakit 20 menit setelah pesawat take off dari Beijing Internasional Airport, salah satu dari 3 bandara Internasional penghubung dunia menuju Korea Utara, sakit karna malam sebelumnya kehujanan setelah balik dari Great Wall hujan deras mengguyur Beijing sore hingga malam.

Di atas pesawat buatan Rusia yang sedang mengalami sedikit turbulensi sakit kepala makin bertambah karna tidak banyak informasi yang kami dapatkan tentang Aturan Main di Korut juga membuat jantung gw berdebar kencang hingga sempat merutuki diri โ€œkenapa nekat ke Korut coba?โ€ Telat sadar tiada guna ling.

Pramugari membagikan kertas kecil yang harus kami isi data diri dan mendeclare semua barang yang kami bawa, uang, gps/telpon satelit/hp, buah,telur, buku, benda tajam atau barang berbahaya lain. Gw mencontek semua yang ditulis mas Ariev Rahman yang duduk di sebelah gw kecuali buku karna gw tidak membawa buku, alkitab, rosario atau atribut keagamaan lain selama trip ini.

Merelakskan otot muka, gw mencoba ngobrol dengan pak dokter Herman Angran yang ketika itu masih netijen +62 mode on, kami tak berani foto-foto karna sudah dapat info tidak boleh foto sembarang tapi kami masi bisa selfie grup melenturkan suasana yang kaku seperti kanebo kering.

Mukanya dah tegang kaku kek kanebo

Setelah 2 jam penerbangan dan Beijing, RRC, pesawat Air Koryo, maskapai Nasional Korea Utara mendarat dengan mulus di Pyongyang Sunan Internasional Airport

Pintu pesawat dibuka dan kami memilih tetap diam, tertib dan melihat sekeliling.

kami saling mengingatkan untuk tetap dalam satu grup dan menjaga lisan, pikiran dan perbuatan karna kami akan melewati imigrasi, pintu di mana kami akan memasuki Korea Utara secara resmi atau harus pulang ke Cina.

Kami turun dari pesawat dengan sopan dalam diam tak mampu mengibas rambut seperti Soe Dan yang balik dari Rusia

Jantung gw berdebar kencang, sekencang ngebut naik motor 128km pp di panas terik Srilanka di 2018.

Kali pertama kali dalam hidup gw deg-degan melewati imigrasi, mungkin efek telat bangun dan kurang sarapan tadi pagi hibur gw, sembari memberanikan diri berbaris di antrian imigrasi yang sepi.

Petugas melambaikan tangan, gw melangkah maju dengan gagah berani sambil berdoa dalam hati. Petugas tersenyum saat mengambil passport yang gw serahkan, menyebut nama, menanyakan alamat dan jegrek, visa di passport dicap.

Senyum dulu gaes, visa udah di tangan bagasi dah masuk siap cus kita

Puji Tuhan, resmi masuk Korea Utara tanpa adegan tersangkut di pohon dan lari-lari di hutan seperti Yoon Se Ri.

Kami ber 11 berhasil melewati imigrasi dengan baik dan resmi, tersenyum lega sambil nunggu bagasi keluar, bercerita betapa kami paranoid sendiri.

Seperti di semua bandara di seluruh dunia, bawaan kami juga harus melewati scanner sebelum keluar Bandara Sunan yang rapi dan bersih.

Lagi lagi gw deg-degan karna ketika check in di Beijing koper gw sempat bunyi karna gantung kunci sempoa yang terbuat dari besi terbaca disensor yang setelah diperlihatkan ke petugas dinyatakan aman untuk dibawa dalam koper. Oh plis Tuhan ijinkan gw masuk Korut dengan aman plis, doa gw saat itu sambil siaga jika memang koper akan dibuka petugas.

Koper gw dinyatakan lewat sedangkan mas Ariev Rahman harus mengeluarkan buku dari kopernya untuk dicek oleh petugas.

Lega koper aman, gw melenggang ke toilet, tapi hanya sekejap, gw panggil lagi masuk ke dalam dengan membawa koper karna koper gw ternyata belum diperiksa.

Benda yang bikin gw balik lagi tas diperiksa

Ditemani Sim Jin A guide lokal kami yang cerdas nan rupawan, gw masuk lagi ke dalam membawa koper, dengan pede sejuta buka koper membiarkan petugas mencek barang gw dan benar gantungan kunci sempoa dan hair dryer biang keroknya. Jin A membantu menjelaskan kedua beda tersebut dan petugas tersenyum merapikan barang dan menutup koper gw dengan baik.

Yoon A ling dan Sim Jin A

Gw keluar dengan senyum, 10 teman lain ikut tersenyum lega tapi gw buru buru meninggalkan koper dan backpack gw ke Mas Arif dan Jin A, lari ke toilet karna kebelet pipis dari pesawat

Bersambung……

Lanjutan Panggilan Keluarga Tionghoa

Dari semua tulisan ngaco saya di blog ini, ternyata tulisan Panggilan keluarga ini yang paling banyak mendapat respon meskipun sudah 3 tahun berlalu. Responnya pun beragam, mulai dari komentar “sangat membantu”, tanya jawab, minta dijelasin lagi, nyaranin bikin family treenya, hingga curhat silsilah yang membuat saya bingung sekaligus senyum-senyum sendiri.

Dari beberapa komen yang masuk, ada beberapa yang menggelitik, bikin saya geleng-geleng kepala sampai ngurut dada ga tahu harus menjawab apa dan gimana. 

Akhirnya kemaren saya membaca ulang kembali tulisan ini dan menyadari kebingungan netijen yang membaca, apalagi mereka ga familiar bahkan ga tahu tentang tata cara panggilan kekerabatan dalam keluarga Tionghoa. Beda dengan saya yang sudah bisa mengurutkan panggilan ini dalam pikiran saya, maklum ibu saya cukup keras untuk urusan kekerabatan dan sopan santun. Betul, bagan diperlukan untuk lebih membantu memahami tata cara panggilan keluarga Tionghoa ini, kalo bisa sih dibikinkan video malah lebih bagus lagi, nah ada yang bantuin bikin VLognya ga nih ๐Ÿ™„๐Ÿค”

Dari banyaknya respon, komentar dan pertanyaan, saya jadi melihat bahwa masih banyak orang-orang yang kurang tahu dan pengen tahu tentang kebudayaan Tionghoa,  baik itu karena memang akan segera menikah ataupun karen penasaran dengan akar budayanya.

Sebenarnya banyak hal yang mau saya bagikan dari apa yang saya tahu dan pelajari dari ibu saya, dan beberapa cerita tentang kehidupan sebagai wanita keturunan Tionghoa dalam keseharian saya sebagai warga negara Indonesia yang lahir, besar, kerja, bayar pajak dan bangga dengan paspor hijau, Indonesia. Tentang pertemanan saya dengan mereka yang berbeda suku dan agama, tentang label “tipikal” tionghoa yang malah menjadi humor menyegarkan bagi saya dan teman-teman saya. 

Jujur saja saya tidak punya banyak keberanian mengingat apa yang sedang terjadi di masyarakat kita beberapa bulan terakhir. Tapo seorang teman malah menyarankan saya untuk menulis dengan bahasa sederhana dan dalam humor, sebagai bagian dari awarness kebhinekaan dari kacamata saya sebagai perempuan dengan darah peranakan saya. 

Tapi akan saya coba, mulai dari yang sederhana dulu ya karena mental saya belum sekuat mental dek Afi Nihaya ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š di belantara netijen yang kritis.
Ada ide mau tulis apa dulu sebagai tulisan pembuka serial tionghoa peranakan?

Selamat Idul Fitri 1438H

Slemelekom…..

Seperti tahun tahun sebelumnya, nonaling selalu membuat ucapan selamat Idul Fitri edisi syariah. Tahun ini, edisi spesial nonaling bikin 3 versi, seperti berikut :

Versi 1:  formal

versi kearifan lokal ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ•Œ๐Ÿ’’

 

Dengan isi pesan : 

Selamat merayakan kemenangan
Selamat Idul Fitri 1437H
semoga kita semua bisa hidup berdampingan seperti mereka berdua yang memperindah kehidupan masyarakat Bajawa
(kiri : Gereja Ebenheazer – kanan : Masjid Al-Ghuraba Baiturrahman)

Versi kedua: Kerudungan

Versi syariah, kerudung udah lunas

Dengan isi :
“Selamat Lebaran,
Selamat merayakan hari kemenangan,
Selamat berkumpul bersama keluarga,
Selamat melupakan diet&timbangan,
Selamat nerima/ngeluarin angpao,
Selamat bersenang-senang
Dan…..

Semoga selamat dari pertanyaan :
“KAPAN NIKAH?”
*benerin kerudung*
.
.
.
.
.
.
.
โค๏ธaling&(calon)keluargaโค๏ธ

Atau :
“ketika ucapan selamat hari raya muncul dengan embel-embel “A & keluarga mengucapkan” atau “dari B & Keluarga” saatnya “Aling & (calon) keluarga” mohon doa restunya”
(yang ada makin ditanya khan ya, gali kuburan sendiri sik ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚)

Versi ketiga : versi Yamana, selangkah di depan *ngebut bareng rossi*

Visioner, memberikan jawaban sebelum ditanya plus anak muda penuh harapan cita dan โค๏ธ

Dengan pesan :
“ini adalah contoh ucapan hari raya dari para lajang ibukota nan visioner yang menjawab pertanyaan sebelum ditanya. Mohon doa, dukungan, THR/Angpao, dan supaya tahun depan kalimat kedua bisa berubah. *tegak kuah opor*๐Ÿฅ˜๐Ÿ—”


Apapun pilihan ucapan yang disuka, bebas saja yang penting niat mengucapkan selamat hari raya kepada kenalan, teman, sahabat, kerabat bahkan fans yang merayakan hari lebaran dan keberagaman kehidupan bersama di dunia ini.

Jadi…..udah berapa banyak pertanyaan kapan kawin yang kamu terima? 
*ngacir diboncengan bang rossi*

salam kemenangan
Aling & (calon) keluarga

Selamat Memilih Jakarta

Setahun terakhir kehidupan dunia maya  warga negara Indonesia umumnya dan penduduk Jakarta khususnya, ramai dengan calon pemimpin Jakarta 2017-2022. Kehidupan nyata tidak jauh berbeda, sama ramainya dengan kehidupan maya (iya, kehidupan sekarang ada di 2 dunia, dunia maya dan dunia nyata). Di kehidupan nyata kita bisa berinteraksi dengan siapa saja tetapi kita akan diskusi dengan orang yang kita kenal

Bedanya di dunia maya yang tidak saling kenal bisa saling melontarkan pendapat, sepakat untuk hal yang sama, menghujat hingga membenci, padahal kenal aja engga. Di kehidupan nyata

Siapapun yang dipilih urusan masing-masing, ga usah nyinyir, ga guna.
Siapapun yang menang dan terpilih, diterima, didukung dan diawasi demi Jakarta yang lebih baik bukan benci hujat membabi buta.
Siapapun yang dipilih yang menang yang kalah, udah jangan kelahi, unfriend di sosmed apalagi musuhan di kehidupan nyata, ga cerdas.
Katanya udah dewasa, cerdas, stabil, ga alay, tapi beda dikit aja marah, memaki, ngancem, provokasi, musuhan, kelahi.
Kalo mau kelahi, kelahi tepat sasaran, kelahi dengan logika dan cerdas bukan ikut-ikutan meramaikan suasana mendulang keuntungan pribadi.
Oya, kalo ada waktu boleh lho liat-liat lagi timeline Sosmednya, berapa banyak yang diunfriend karena ga asik, berapa banyak yang dihujat karena tidak sepaham, berapa banyak yang dicacimaki karena beda, berapa banyak kita terprovokasi dan memprovokasi.

Anggaplah refleksi pola nalar dan emosi setahun terakhir. 

Syukur-syukur mau temenan lagi, bersih-bersih status. 

Ya kalopun engga, toh tahun depan akan ada reminder di FB lalu ketawa sendiri liat kelakuan masa itu
Karena itu damai aja ya, capek liat orang kelahi terus padahal bukan KTP jakarta, ga numpang tinggal cari rejeki di Jakarta, sok tau apa yang terjadi Jakarta, halu soal Jakarta. Nonton yang kelahi aja capek apalagi yang kelahi benaran, emosi tenaga waktu tercurahkan untuk kelahi ninggalin kerjaan dan urusan yang lebih penting demi junjungan.
Simpan tenaganya, kelahinya nanti aja menjelang 2019 di mana semua statusnya sama, sama-sama berpaspor hijau, 
Ya Kalo sekiranya darah muda bergejolak pengen kelahi ya kelahi yang waras dan cerdas donk tapi sebaiknya ga usah kelahi deh, terima, move on dan urus hal-hal yg lebih penting seperti usaha sampingan, cari pacar, sekolah lagi, apapun itu untuk kemajuan dan perkembangan diri yang lebih baik.
Jadi damai aja ya!
Tertanda

Saya yang KTP daerah yang numpang cari rejeki di Jakarta, kecipratan menikmati perubahan Jakarta yang ga unfriend siapapun selama pilkada DKI, yang ketawa aja baca status emosional pendukung paslon.

Kejutan Tengah Malam

Sahabat saya ini memang luar biasaโ€‹.

Tadi malam jam 7 dia datang, menjenguk gw yang lagi malam mingguan di rumah sakit sama selang infus.

3 jam kami latihan otot rahang, tertawa bersama gara-gara quote quote bangke yang keluar dari mulut kami “yang gantung itu cuman jemuran dan yang ngambang itu cuman ๐Ÿ’ฉ” “otak jangan taruh di bawah bantal” “aku marketer, bukan pemain sandiwara“. Berbagi strategi menghadapi deramah kehidupan kantor dan kebodohan lainnya. Begitulah kami.

Jumat gw bilang mau datang hari sabtu, tapi ga muncul-muncul sampai malam. Saat lagi makan sambil mikir malam minggu sendirian, temenan sama selang, ga ada yang mau datang nih? tiba-tiba dia muncul. Tepat waktu. 

Komen gw cuman satu “kok lu kaya hetty koes endang”, iya mulut kami memang sampah. Ga pake saringan.

Kelar ngomong panjang lebar dia pamit, alasannya ada project sampingan yang harus dikerjakan malam ini. Sempat gw tawarin untuk ngerjain di Rumah sakit sambil nemenin gw, ditolak. Ya udah sana pulang.

berasa dikunjungi Hetty Koes Endang dan Doel Sumbang. Lawas ya


Lagi siap-siap mau tidur jam 00.35 setelah berdoa, lho kok ada cahaya lilin dari balik pintu? Taunya mbak Hetty Koes Endang balik lagi dengan kue bertatahkan 4 lilin ga ditiup ga mati-mati sampe bengek. 

โ€‹

Dengan suka rela dia membongkar rahasia kalo awalnya mau nongkrong nemenin gw sampe jam 00.00 dan kuenya dibeliin sama temannya dia antar ke sini. Taunya teman yang diandalkan ga bisa diandalkan malam ini. Rencana berubah. Jam 22.30 keliling nyari kue buat gw. Datanglah dengan kue kecil cukup buat sendiri. Datang mengendap-endap, kucing-kucingan sama satpam RS, horor naik lift dan minjam korek satpam. Warbiyasak penjuangannya. Terharu.

Ini yang kedua kali dia bikin kejutan gini pas ulang tahun. 2004 dia pernah maksa gw bangun jam 9 padahal gw baru pulang jam 4 pagi, dipaksa bangun cuman buat tiup lilin lalu disuruh tidur lagi.

Sebagai sahabat yang selama hampir 15 tahun, gw terharu dan senang. Apalagi kali ini ulang tahunnya agak spesial, bareng selang infus. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Di usia sekarang, meskipun masi single, masih dikasi kebahagiaan yang mengharu biru macam ini.

Sekian dan kembali tidur, beneran tidur karena kejutannya pasti datangnya besok pagi.

Salam tengah malam 

Aling

Soal Kehilangan

Selain menunggu hal yang paling ngga enak adalah Kehilangan.ย Kehilangan ada banyak bentuknya, bisa kehilangan secara fisik atau materil seperti PHK maupun non materil yang menyesakkan dada seperti perpisahan bahkan kematian.

Saya yakin tidak ada orang di dunia ini yang menginginkan kehilangan dalam bentuk apapun terjadi dalam hidup mereka, tidak ada. Harus diakui bahwa hal ini cepat lambat dan pasti akan terjadi kepada siapa saja di muka bumi ini tanpa melihat kesiapan yang bersangkutan. Karena itulah hidup.

Mengalami kehilangan satu hal saja dalam hidup rasanya menyesakkan, menggangu pikiran, emosi hingga kejiwaan. Senyum bisa berubah menjadi tangis, tangis berubah menjadi amarah, amarah berubah menjadi tawa atau apapun yang diinginkannya, tidak ada aturan jelas.

Ngomong-ngomong soal kehilangan, ijinkan saya membuka sedikit kehilangan saya yang mungkin ga ada apa-apanya dibanding kehilangan orang lain. Kehilangan yang saya simpan rapat, saya lalui, saya hadapi, saya (mungkin) menangkan, sendirian berdarah-darah jungkir balik. Mungkin juga ini efek saya sagitarius yang menyembunyikan banyak hal di balik senyum, tawa, cuek, kelakuan dan ketololan saya.

 

Cover it with Fondation, BB cream or mask (pic: pinterest)

 

2010 adalah kehilangan terbesar, terdalam dan terparah dalam hidup saya. Di tahun yang sama dalam kurun 6 bulan saya berhadap dengan 5 kehilangan. Kehilangan cinta, kematian, pekerjaan, promosi dan kehidupan. 3 dari 5 kehilangan itu berbentuk perpisahan yang menguras energi, menguras hati, menguras jiwa, tapi tak mampu menguras air mata karena sudah di tahap tak mampu menangis. Ketika itu dunia saya runtuh dan saya sendirian, sendirian menghadapinya. Meskipun secara fisik orang-orang ada di sekitar saya tapi itulah saya, saya tidak mampu mengungkapkan perasaan saya sampai air mata saya diganti dengan tawa dan senyum, miris! Saya sendirian, berdarah-darah, berhadapan dengan kehilangan dan efek sampingnya. Bahkan setelah hampir 6 tahun berlalu pun saya tidak mau untuk menceritakan detailnya ย di sini maupun dengan orang lain.

Ketika itu tidak gampang untuk menghadapi kehilangan beruntun ini. Seperti runtuhan rumah yang berbagi dinding, semua aspek kehidupan saya saling timpah menimpah. Yang mana satu yang harus diberesin, ujung kiri atau ujung kanan? Depan atau belakang? Atau tengah? ย Yang ada saya mencampur adukkan semuanya, seperti gado-gado atau capcay. Ratakan semua dan bangun dari awal.

Dalam kebingungan saya, saya menemukan pemahaman saya, kekuatan saya dan perjalanan batin yang mengubah hidup saya. Saya yang berdarah-darah mulai membalut luka saya sendiri, perlahan luka saya sembuh, saya latihan jalan sampai saya bisa berlari, berlari kencang mengejar ketinggalan saya.

Jangan Mau Kalah, bertahan! (pic: pinterest)

Andai saja saya mampu menghindari kehilangan beruntun ini, saya akan meminta kepada Sang Maha Pemberi untuk menundanya sementara waktu. Tapi Sang Maha Pemberi, bermaksud memberikan hal lain dalam hidup saya. Saya diberikan kekuatan baru, cara pandang baru, hati baru, iman baru, harapan baru untuk melihat kehidupan dan dunia dengan cara berbeda. Saya dipaksa keluar dari zona aman saya tepatnya.

Kehilangan saya tidak berakhir sampai di situ, 2013 tepat di hari ulang tahun saya, saya dipaksa keluar lagi dari zona nyaman sama oleh sang Maha Pengatur dengan cara kehilangan pekerjaan saya, kehilangan sedikit kehidupan saya, berpisah dengan mereka yang biasa berbagi tawa dan pembicaraan apapun. Tepat di hari ulang tahun saya, saya mendengar kabar Desember adalah bulan terakhir di 2013 juga terakhir saya di kantor. Saya hanya menghitung hari tanpa sempat menangis tanpa sempat ngedumel tanpa galau, hanya tertawa dan senyum. Miris!


Saya memahami saya diijinkan ditinggal dan kehilangan lagi semata-mata untuk kebaikan saya, untuk perkembangan jiwa saya, kekuatan hati dan mental saya dan karena yang MAHA MENGATUR tahu saya MAMPU MELEWATINYA dan saya tahu yang MAHA MEMBERI MEMEGANG TANGAN SAYA, MENJAGA LANGKAH SAYA DAN MENUNTUN KEHIDUPAN SAYA menjadi KEBAIKAN bukan hanya buat saya tapi buat orang-orang sekitar saya.
Kehilangan saya menang tidak ada apa-apanya ini dibandingkan dengan kehilangan pacar, kehilangan pasangan, kehilangan dompet, kehilangan uang atau kehilangan apapun di muka bumi ini. Tapi ijinkan saya yang tak seberapa ini berkata “Jika saya yang terlindas berkali-kali, beruntun masih sanggup tersenyum, tertawa, bertahan, berdiri bahkan berlari melewati semua fase berdarah dalam hidup, saya rasa siapapun akan mampu menyelesaikan dan melewatinya dengan baik. Tidak akan mudah tapi bisa dilakukan”

Pertanyaannya adalah : mau atau tidak untuk melewati semuanya dan melihat pelangi sehabis hujan dalam hidup.

Semangka Teman-Teman (pic: pinterest)

 

Karena itu Jangan dilawan, lemesin dan diikhlasin aja, semuanya akan baik-baik saja.

Salam Campur aduk

Aling